DIAM, menurut orang Bugis

Tags

slk mEetea. 
aulwE mmEkoea. 
Salaka metteq e, ulaweng mammekko e
Perak yang bicara, emas yang diam
(Pepatah Bugis)

Pernah suatu ketika dalam sebuah diskusi di acara mahasiswa, seorang teman meminta untuk dijelaskan tentang sebuah pepatah Bugis. "Salaka metteq e, ulaweng mammekko e". Entah apa maksudnya ditengah diskusi justru mengangkat tema itu. Padahal tidak berhubungan tema pembicaraan sebelumnya.

Saya menjawab seadanya saja. Bahwa tidak semua diam itu "emas". Malah sebaliknya, terkadang justru "berbicara" adalah emas. Coba bayangkan kalau komentator sepakbola diam, maka stasiun TV akan memutus kontraknya. Guru yang diam akan membuat muridnya tidak paham dengan pelajaran. Dan penjual obat diam bakal jualannya tidak laku. Poin yang ingin saya sampaikan adalah, pentingnya kita memahami konteks sebuah kalimat agar tidak bias.

Leluhur Bugis mewariskan Pappaseng atau pesan yang sekaitan dengan diam. Pappaseng yang dapat membantu dalam memahami konteks pepatah diatas sebagai berikut.

naiy mEkoea aEp ritu auwGEn. esauwni. mEko riaelt. bEtuwn tptniyai aelt ri adadea aEeReG ri gauea. mduan. mEko ri pdt tau. bEtuwn aj tkpGi pdt tau ri tEkuwea. mtElun mEkoea ri esauwesauwea. ait pdpd aelmu ri alhu tal. maEpn mEkoea ri puweG. bEtuwn apsikuaea ri aePekdoekdo.   

Translasi :
Naiya mekko e eppa ritu uangenna. Seuani mekko ri aleta. Bettuanna  tapattaniyai aleta ri ada-adae enrengnge ri gaue. Maduanna. mekko ri padatta tau. Bettuanna ajja takapangngi padatta tau ri tekkuwae. Matellunna. mekkoe ri seua-seuae ita pada-pada alemu ri Allahu Ta'ala. Maeppana. mekko ri Puangnge. Bettuanna appasikuae ri ampekedo-kedo.

Terjemahan :
Diam itu empat macam.
Pertama, diam terhadap diri sendiri, artinya menghindarkan diri dari ucapan dan perbuatan (yang tidak bermanfaat).
Kedua, dia terhadap sesama manusia, artinya jangan menyangka atau menuduh orang lain hal-hal yang tak pantas.
Ketiga, diam terhadap segala sesuatu, pandanglah dirimu sama dihadapan Allah Ta'ala.
Keempat, diam terhadap Tuhan. Artinya bersikap wajar atau terpuji..



Berdasar dari Pappaseng diatas, dijelaskan tentang 4 wilayah diam. Diam pada diri sendiri, pada sesama manusia, pada segala sesuatu dan pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Diam pada diri sendiri disebutkan sebagai menghindarkan perkataan yang tidak bermanfaat. Ini berarti pada sesuatu hal yang bermanfaat, tentu sebaliknya. Hal ini berkaitan juga dengan Acca atau pintar yang disebutkan sebagai seseorang yang sebelum berkata-kata, memikirkan dasar apa yang dibicarakan serta dampak dari perkataannya.

Diam pada sesama manusia. Pada konteks tidak membicarakan hal buruk pada orang lain. Hal ini sesuai dengan agama. Bila membicarakan keburukan orang, bila itu benar maka termasuk ghibah, jika hal itu salah, maka termasuk fitnah. Baik ghibah maupun fitnah adalah hal yang buruk. Akan tetapi konteksnya berbeda bila seorang penegak hukum seperti jaksa. Sebab bila ia tidak membicarakan keburukan orang lain, justru tidak bisa menegakkan keadilan.

Diam pada segala sesuatu. Pada konteks bahwa melihat diri kita adalah sama dengan semua ciptaan dihadapan sang pencipta, Allah Ta'ala. Hal ini terpahami bahwa "diam" adalah dengan tidak merusak keseimbangan alam. Sementara "berbicara" terpahami adalah tindakan yang merusak.

Diam pada Tuhan. Pada konteks ini terpahami dengan berprilaku dan bertindak wajar yang berangkat pada kesadaran bahwa setiap perbuatan senantiasa disaksikan oleh Tuhan. Yang kelak semua perbuatan itu akan dipertanggung-jawabkan di hari akhir. Tentu ukuran kewajaran sesuai dengan agama dan budaya. 

Wallahu a'lam

Sumber :
Pangngajak Tomatoa, Zaunuddin Hakim. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta 1992.

Suka berbagi untuk kebaikan bersama

9 komentar

walau sya bngun .. tpi mteplah

thanks gan jadi nambah ilmu nih

Menginspirasi sekali gan,nicee

Saya Atas nama IBU SITI AISYA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 1 2 3 9 >>> saya menang togel (150,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.









EmoticonEmoticon